21 Sep 2012

Kepada yang tak pernah bersua

image get from here


aku membayangkan, andai saja suatu hari nanti
kita kembali bersua, akankah berapa banyak kata
yang kutumpahkan
walaupun kita tak pernah membutuhkan banyak kata
sapaan hangat "apa kabar diri mu"
sudahlah cukup, memjelaskan segalanya
tapi pikiran ku tak pernah tenang
aku di hantui perasaan gelisah
sunggunya aku inggin menyusun kata
menjadikannya sebuah cerita
lalu aku akan membingkainya
dengan sisa kayu daun pintu
dan akan ku berikan pada mu
agar kemudian kau mengetahui
kisah kisah yang ku lalui
ketika aku tak pernah bersua dengan mu

aku membayangkan
ketika kita kembali bersua
akan kah kau menggenakan
pakaian di hari terakhir kita berpisah

karena bayangan ku
tentang mu berhenti saat kita
berpisah di hari yang senja

andakian kita kembali bersua
akan kah kau masih mengingat ku
karena mungkin saja
waktu telah banyk merubah diri ku

sunggunya persaan ku
di rundung ketakutan
yang dalam

akan kah persuaan kita nanti
menjadi akhir sebuah cerita

sunggunya aku gelisah
jika nanti kita bersua
dan kembali lagi berpisah









19 Agu 2012

Perjalan





di antara kelahiran dan kematian,
kehidupan penuh hal yang tak terduga,
kita pasti berbuat salah,
dan buatlah kesalahan,
karena tak ada cara lainnya
untuk kita belajar
dan tumbuh menjadi lebih baik
Tuhan, kadang kala
Membutuhkan waktu dan usaha
untuk kita membuktikan Tuhan itu ada atau tidak
itu bukankah itu tak penting,
dapat mempercaya Tuhan ada atau tidak
yang penting
kita percaya akan sesuatu
karena dengan kepercayaan itu
kita dapat bertahan dan terus melangkah
Melangkah
Jangan takut
ingatlah untuk
terus mencari dan percaya
suatu hari kita akan menemukan Nya
dan teruslah bermimpi akan hidup
dan percaya

ds episode 6



"cari lah Tuhan maka kita menemukan kekhusyukan"
"jangan mencari kekhusyukan karena kau akan kehilangan Tuhan"


Perjalan Pulang


apakah ini perjalan kembali atau perjalan berangkat
pada mulanya aku kamu melakukan perjalan panjang kenegeri tetanga
berusaha menaklukan setiap hutan dan gunung pada langkah langkah kaki
kemudian ada kalanya kita tersudut, persimpangan tanpa petunjuk arah
jiwa jiwa kita yang bergelora, mengaris batas dimana diri kita berdir
ilalu waktu menjelma menjadi sebuah bayangan
aku kamu melangkah menyaksikan setiap langkah yang tertinggal dan terpisah
menikmati setiap sudut jalan, dengan sudut pandang yang berbedatapi satu hari nanti
disatu waktu ada kala nya kita lelahtubuh ini letih
maka, perjalan pulang adalah suatu keharusan
karena bebrapa pun jauh kau melangkah
berapa lama sebuah perjalan
kau akan tetap membawa rumah di dalam hati masing masing
maka Sesungguhnya hakikat dari perjalan pulang
adalah dimana kala kita dapat mengenali diri kita kembali
pulang lah, karena akan ada orang - orang yang menunggu kita kembali didepan pintu
Pulang lah, orang-orang di beranda menanti engkau datang
pulang lah karena selalu ada rumah untuk kita tuju
pulang lah kerumah
karena dirumah adalah tempat kita menjadi  
diri kita sendiri



"pulanglah meski di bekas hujan jejakmu menghilang"


bekasi-kuninganperjalan pulang 
met lebaran, mari kita berpulang

1 Agu 2012

ayah

Saat kau hendak menuliskan beberapa abris cerita
tanpa kusadari air mata bercucuran membasai kaliamt yg ada

12 Jun 2012

pulanglah, meski sekedar sebagai bayangan

orang-orang di beranda menanti engkau datang
meski hujan lupa meninggalkan bercak di permukaan

pulanglah, meski sekedar sebagai bayangan
orang-orang di halaman menunggu engkau pulang
meski di bekas hujan jejakmu menghilang

Padang, 2012

sebuah puisi yang melekat erat dibenak saya
saya temukan di kompas cetak minggu 10 juni 2012

penulisnya Ramoun Apta lahir di Sungai Binjai, Muara Bungo, Jambi, 26 Oktober 1991. Ia bergiat di Labor Penulisan Kreatif Sajak Sore dan bekerja di Forum Penulis Seni, Sumatera Barat.