17 Apr 2012

dalam perjalan pulang



gambar diambil dari http://pasocamino.blogspot.com


Lampu lampu jalan mulai benderang
dibeberapa titik sisa sisa hujan menjadi genangan menutupi gorong gorong jalan
halte halte penuh sesak
sekumpulan orang penuh hiruk pikuk,
menuliskan kisah berisi pesan pesan untuk orang orang di rumah
berisi gejolak gelisa yang bertubi tubi
yang hanya bisa digantikan kata kata
kata yang memaksa kita terus menerus berjalan


lalu tanpa kita sadari kita mulai  
berlari lari menyaksikan sisa sisa waktu yang tercecer dijalan
tau tau kita telah menjadi tua
halte halte pun hanya menjadi tempat 
singgah sementara


tubuh kita lelah; dik
bahkan kunang kunang tak kita  
temukan lagi disemak belukar
yang tersisa cuma halte yang  
berevolusi, menjadi tubuh
berkarat dan berteman kawan dengan debu

kemana? kita akan pulang
membagikan gelisa resah yang bertubi
disaat hinggar binggar kota tak  
dapat lagi menampung
menolak semua kata kata dan cerita

kita memang dipaksa berjalan ; dik
kita selalu ada dalam kondisi ini
memenuhi hasrat firasat,

maka di halte ini kita singgah sementara
menyaksikan sekumpulan orang penuh 
hiruk pikuk membagikan selebaran cerita
di lain waktu nanti kita pulang
memeluk tubuh yang compang camping


dan ; semoga lampu lampu jalan
menemani kita berjalan pulang
menemukan diri yang tak akan pernah usai 


(pariaman-kuingan dalam perjalan pulang)

6 Apr 2012

waktu


Aku sendirian mematung
Dipinggiran waktu
Yang terjaring oleh kerinduan
Detik menit berguguran
Terbawa arus deras kesedihan
Tertelan ditengah pusaran

Aku bergegas, menyelami sungai waktu
Memunggut detik menit
Yang terseret : jauh
Aku terombang ambing
Dihantam gelombang
Ditelan pusaran
Detik menit, semakin menjauh

Tubuh ku letih
Jiwa ku terkoyak dibeberapa tepian
pusaran yang tercipta, tak mengenal peluh
Detik menit semakin terseret

Aku tercengang, jarum waktu
Patah terhantam karang
detik menit : semakin jauh
Jarak pandang ku memudar
Tersiram gelombang rindu
Detik menit tak dapat kujangkau
Terserat deras entah kemana

Aku berenang ketepian
Bersama tubuh yang letih
serta jiwa yang terkoyak

Aku sendirian mematung
Ditepian sungai waktu
Menjaring detik menit
Yang telah hilang

"semoga kau ketemukan, saat aku bergegas pulang"