8 Agu 2011

mencari tepi(an) langit


Awalnya beli buku ini, sekedar pelengkap
karena ada buku lainnya yang memang di utamakan
mau bacanya pun sedikit malas-malasan
malah niatnya mau di pinjamkan dulu:P
tapi akhirnya di paksakan membacanya
menemani kemacetan yang di fokeland
dan saya tidak bisa berhenti membacanya :)

*****

Ceritanya dimulai ketika Horizon - Santi menerima email dari seseorang yang bernama Tepi Langit, saat itu pula drama kehidupanya di mulai, ternyata ia hanya seorang anak angkat, walaupun keluarganya sekarang menyayanginya dengan tulus, Santi tetap
memutuskan mencari jati diri orang tuanya dan jati dirinya sendiri.

Sampai akhirnya Horizon- Santi bertemua dengan Senja, seo
rang kuli tinta, yang berkutat mencari berita "kami ini para pemburu drama" , Senja di tugaskan Santi untuk mencari kabar berita tentang kedua orang tua kandungnya.

cerita berkutat pada kehidupan Santi yang memilih menjadi petugas kebersihan pesawat udara, dunia Santi seakan berubah 360 derajat dari yang tinggal di rumah mewah sampai akhirnya menetap di sebuah losmen kecil, merasakan getir getir kehidupan, "Aku pengin ngerasain sebagai orang lain, orang yang ada dibawah dagu orang lain. Aku memilih menjadi cleaning service juga karena itu. Supaya besok-besok, bagaimanapun bentuk hidupku, aku tahu gimana rasanya" 

Serta cerita kehidupan Senja, yang penuh cerita jurnalisme (si penulis kameramen news di sebuah TV swasta)yang tidak terungkap oleh media, dari muali GAM, Teror BOM, Kisruh pemerintahan . Cerita - cerita kekerasan di Republik ini, yang tanpa di sadari memang seakan-akan sengaja dipelihara untuk kebutuhan "makan" orang-orang tertentu. Dan bagi kita cerita-cerita kekerasan yang terjadi hanya sekedar pelengkap tugas kliping sekolah.

"di negri ini selain pohon jamur dan jengkol :), kekerasan juga tumbuh dengan subur" 

Mencari Tepi langit memang tak lebih tentang cerita dua manusia kehilangan dan kemudian mencarinya, mencari identitas diri, mencari orang-orang yang disayangi, Santi yang kehilangan kedua orang tua kandungnya, Senja yang ternyata juga merasakan duka dari kehilangan adik yang disayanginya. Tanpa kita sadari memang, pada satu titik akan mulai terbangun jarak antara kita dan orang yang kita sayangi, entah karena proses pendewasan, entah pilihan hidup, entah karena apa. "Waktu berubah dan kita pun ikut berubah di dalamnya."

"Jadi kalau aku sudah berjanji padamu, pasti akan kutepati. Jangan takut. Eniwei, apa kabarmu?. lusa aku pulang. Ada banyak cerita untuk mu nanti. Oya, boleh aku bilang kangen kamu ?" hal. 96

Siapkah Santi dan Senja menerima kenyataan dari proses pencarian apapun hasilnya.

"Kalau memang sudah waktunya berhenti, ya berhenti. Kenapa harus ngotot? Sehari-hari, hidup kita ini sudah cukup dengan persoalan dengan sesama manusia, janganlah ditambah dengan prasangka buruk kepada Allah juga".


seperti yang tertulis pada sampul buku "karena satu dari setiap luka membawamu bertemu cinta" :)

saya tak pandai membuat resensi, tp ini buku bagus :P
bekasi
-pada proses pencarian - 
untuk adik ku, aku pasti pulang
dan pasti memnuhi janji ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar